English EN Indonesian ID

Lobster Laut

Lobster merupakan hewan laut yang masuk kedalam krustasea dan memiliki cangkang yang kuat serta keras. Lobster memiliki tubuh yang beruas-ruas seperti udang dan memiliki 5 pasang kaki kiri dan kanan dan ujung yang memanjang. Pada bagian ekor terdapat 5 lembar kipas yang bisa ujungnya dapat ditekuk. Biasanya lobster hidup didalam lubang-lubang atau terowongan dengan kedalaman 5 – 100 meter. Lobster memakan ikan, kerang, dan hewan laut lainnya. Masa hidup lobster bisa sangat lama, hingga puluhan tahun.

Manfaat Lobster Laut

Lobster termasuk makanan yang memiliki protrein yang tinggi dengan sedikit lemak. Satu porsi lobster mengandung kisaran 1,2 gram lemak, 0,3 lemak jenuh dan 170 protein. Selain itu lobster laut memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

Berkaitan dengan nutrisinya, selain memiliki protein yang cukup tinggi, lobster laut juga mengandung omega-3 asam lemak, zinc, fosfor, kalsium, kolin, magnesium, vitamin A, B12, E dan selenium. Protein dan asam lemak ini sangat baik bagi pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh. Kalsium dan fosfor berfungsi menjaga kepadatan tulang, sementara selenium melindungi sel dari kerusakan oksidatif sehingga membuat lobster laut sangat cocok dikonsumsi oleh mereka yang ingin menjaga berat badan.

VitaminB12 dan kolin yang terdapat pada lobster adalah kombinasi nutrisi yang sangat penting untuk otak. Kolin merupakan nutrisi penting untuk mendukung produksi neurotransmiter untuk komunikasi di otak. Selain itu, kolin juga membantu menjaga fungsi hati, memperkuat system saraf, memperbaiki memori dan konsentrasi, menurunkan risiko demensia atau alzheimer, menurunkan kolestrol dan tekanan darah tinggi. Sehingga kolin sangat bermanfaat bagi lansia.

Kandungan zinc dalam lobster sangat bermanfaat untuk system imun. Kekurangan mengkonsumsi zinc untuk tubuh akan berdampak terganggunya produksi limfosit dan akan menurunkan daya imun tubuh.

Untuk asam lemak omega-3 EPA dan DHA dalam lobster sangat bermanfaat untuk tubuh dengan membantu mengurangi risiko kanker, terutama kanker prostat. Mengkonsumsi makanan yang mengandung EPA dan DHA sangat terbukti dapat mencegah kanker prostat untuk sampai ke stadium akhir karena tubuh manusia tidak dapat menghasilkan omega-3.

Manfaat lainnya adalah bisa di konsumsi untuk penderita tiroid. Selain mengandung selenium, lobster juga mengandung yodium. Jika cukup mengkonsumsi yodium, sangat besar kemungkinannya untuk tidak menderita penyakit tiroid.

Snagat perlu diingat, bahwa lobster juga mengantung natrium dan kolestrol yang cukup tunggu. Satu ekor lobter mengandung 216 mg kolestrol dan 719 mg natrium. Sehingga tidak disarankan untuk mengkonsumsi lobster secara berlebihan. Tidak hanya itu, sangat di anjurkan untuk mengolah lobster dengan benar demi kesehatan.

 

Jenis lobster laut

Lobster laut memiliki beragam jenis. Perbedaan yang cukup jelas bisa di ketahui dari warna, dan ukuran,  Berikut penjelasan 4 dari 12 jenis lobster yang ada di dunia:

Lobster Karibia

Sudah bisa diketahui dari namanya, Lobter Karibia sebagian besar di temukan di sepanjang pantai Karibia di seluruh meksiko. Lobster karibia juga bisa di temukan di sepanjang panta di Amerika Utara. Untuk suhu air yang cocok untuk lobster jenis ini bertelur berkisar di 23 derajat celsius atau 73 derajat farenheit antara bulan april dan oktober. Ukuran untuk lobster karibia ini minimum kurang lebih 7cm dan memiliki cangkang yang keras dan bermotif garis abu-abu dan cokelat dan terdapat bintik-bintik kuning pada bagian ekor. Tekstur dagingnya lembut di bagian ekor dan manis.

Caribbean Lobster
South African Lobster

Lobster Afrika Selatan

Lobster jenis ini terbilang cukup unik karena lobster ini termasuk lobster air hangat tetapi mereka hidup di air dingin karena memiliki pelengkap yang panjang dan tidak memiliki cakar. Dibutuhkan cukup waktu untuk mereka untuk tumbuh dari pada lobster karibia tapi keuntungannya mereka memiliki jenis ekor yang berotot dan memiliki tekstur daging yang unik. Ukuran tubuhnya bisa mencapai 48 cm dan panjang karapas 18 cm.

Lobster Australia

Sesuai dengan namanya, lobster ini sebagian besar di temukan  di sepanjang pantai barat laut Australia. Lobster ini dapat ditangkap sepanjang tahun dan memiliki 2 warna yaitu merah dan hijau. Selain itu, tekstur daginya yang halus dan lembut. Berat rata-rata untuk satyu lobster Australia ini bisa mencapai 8 – 10 ons

Australian Lobster
Rock Lobster

Lobster Karang

Lobser ini memiliki tanda ungu atau lavender. Termasuk lobster yang bercakar tetapi  mereka tidak termasuk lobster cakar. Ukurannya yang sangat kecil dan mereka sangat dikenal karena keindahan warnanya, bukan karena tekstur dagingnya. Lobster ini dapat di temukan di indo-pasifik, Karibia bagian atlantik yang hangat atau di akuarium.

Apa sih lobster termahal yang ada di pasaran?

Lobster Batu Tropis atau Lobster mutiara termasuk salah satu jenis lobster yang langka dan termahal. Krustasea warna-warni ini sangat berharga sehingga menimbulkan upaya penyelundupan larvanya secara internasional. Lobster mutiara yang dibiakkan secara komersial di banderol sebesar US$ 50 atau setara Rp. 750.000 perkilogram, sedangkan yang ditangkap secara liar di banderol sebesar US$ 90 atau setara Rp. 1.300.000 perkilogramnya.